Selasa, 03 Januari 2012

Berenang dalam Dunia palsu


Rassa bertanggung jawab dan cinta Semua terlihat begitu indah dan gemerlap, berkilauan, terang, indah, tetapi tidak transparan, karena itu kita tak dapat melihat apa sebenarnya bahan baku dari semua itu. Sungguh sangat aneh bila dirassakan dalam dunia ini. Banyak kepalsuan-kepalsuan yang malah justru membanggakan diri. Membuat diri sendiri besar dan terpandang.
Mungkin mereka tidak bisa merasakan atau pura-pura bodoh, atau tidak sadar karena dunia ini telah tergali sangat dalam hingga mereka tak dapat melihat kebenaran karena cahaya pun sulit tuk di tembus. Begitu tabu rasanya jika semua ini sampai terjadi, karena pengetahuan sang manusia yang maha hebat sekarang ini, semua seharusnya menjadi mudah tuk terselesaikan.
Semua yang terjadi sekarang hanyalah drama klasik yang disodorkan oleh dunia kapitalis hingga kita terlena dengan semua itu. Hanya para pemikir hebat yang mampu menembus angan-angan itu hingga menjadi sebuah fakta otentik. Jiwa filosof mereka lebih rendah jika dibandingkan dengan pengetahuan yang mereka dapatkan.
Sebagai seorang waga negara biasa yang takluk pada hukum, aku hanya bisa berbisik dalam hati atau hanya dapat mencurahkan segala yang ku rassa dalam bentuk tulisan. Kadang ku merasa bodoh, karna tak bisa berbuat apa-apa melihat bangsa kita yang sedang dijajah oleh dunia kapitalis secara transparan.
Aku ingin sebuah kebangkitan, kaki dan tanganku sudah terlalu lelah tuk berenang dalam dunia yang penuh kepalsuan ini, ku ingin meraih sebuah daratan fakta indah,  yang terhampar luas di seberang pikiranku. Kapan kah semua mimpi anak bangsa seperti diriku ini akan dapat terealisasi secara sempurna?

Juni, 2011
Hesti Medianti

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar